Demi Menggapai Cita-Cita, Aku Tetap Pergi Ke Sekolah Meski Luka Bakar Ditubuhku Belum Sembuh
Masih banyak diantara kita yang malas sekali bukan? Mungkin bisa dibilang banyak sekali alasan yang membuat kita malas bersekolah, entah pelajaran yang kadang membosankan, guru yang galak, dll. Tapi, masih ada orang yang tetap bersekolah walaupun kondisi tak memungkinkan, sebagai contoh gadis ini,
Dikutip dari salah satu situs media online yakni shanghaiist.com mengungkapkan, Tao remaja yang terus memaksakan pergi ke sekolah ini mengalami luka bakar yang cukup parah di tubuhnya paska sebuah insiden kebakaran pada bulan Maret lalu. Tao memutuskan untuk tetap bersekolah pada bulan September meskipun tubuhnya masih dalam masa penyembuhan.
Di sekolah guru Tao mengungkapkan, meskipun tubuhnya terluka dan banyak teman-temannya yang mengkhawatirkan keadaannya, Tao termasuk anak yang ceria, ia tidak ingin tenggelam dalam sakitnya.
Setiap hari sepulang sekolah ayah Tao akan menjemput Tao di sekolah menggunakan sepeda motor.
Zhou Tao
Zhou Tao seorang remaja berusia 13 tahun di desa Quanjiang, provinsi Jiangxi, China yang tetap bersih keras berkeinginan untuk tetap pergi ke sekolah meski luka bakar di tubuhnya belum sembuh total. Remaja yang tak patah semangat ini pun pergi ke sekolah dengan wajah dan tangan yang terbaluti dengan perban.Dikutip dari salah satu situs media online yakni shanghaiist.com mengungkapkan, Tao remaja yang terus memaksakan pergi ke sekolah ini mengalami luka bakar yang cukup parah di tubuhnya paska sebuah insiden kebakaran pada bulan Maret lalu. Tao memutuskan untuk tetap bersekolah pada bulan September meskipun tubuhnya masih dalam masa penyembuhan.
Di sekolah guru Tao mengungkapkan, meskipun tubuhnya terluka dan banyak teman-temannya yang mengkhawatirkan keadaannya, Tao termasuk anak yang ceria, ia tidak ingin tenggelam dalam sakitnya.
Setiap hari sepulang sekolah ayah Tao akan menjemput Tao di sekolah menggunakan sepeda motor.
Sepulangnya Tao dari rumah sakit dulu, sang ibulah yang selalu
merawat Tao dengan penuh kasih sayang. Sang ibu pula yang selalu telaten
memenuhi seluruh kebutuhan medis Tao dan memberikannya latihan agar
segera sembuh setiap harinya. Ungkap Tao, kasih sayang ibunyalah yang
membuat Tao semangat untuk kembali ke sekolah dan mengenyam pendidikan
sebagaimana biasanya. Meskipun luka bakar di tubuhnya belum sembuh,
namun Tao tidak pernah putus asa dan membuatnya terlihat lemah. Justru
ia selalu terlihat ceria dan meminta pada teman-temannya agar jangan
mengkhawatirkannya. Teman-teman di sekolahnya pun begitu baik dan
menjaganya dengan telaten. Mereka akan membantu Tao melakukan hal-hal
yang tidak bisa dilakukan Tao. Bahkan mereka juga tidak segan memberikan
buku catatannya pada Tao dan meminjami Tao buku catatan tersebut.
Sebagai ungkapan rasa sayangnya pada sang ibu, Tao menuliskan ungkapannya pada sebuah karangan tentang ucapan terimakasihnya kepada sang ibu. Tulisnya "Terimakasih, ibu. Terimakasih karena sudah merawat dan menjagaku dengan baik, terimakasih karena telah menjagaku agar tak terkena infeksi bakteri selama enam bulan terakhir ini. Berkat cinta dan kasih sayangmu aku bisa bertahan hidup hingga saat ini; demi kasih sayangmu, aku harus bisa menjadi kuat."
Sungguh sebuah catatan hati seorang anak yang begitu mendalam terhadap kasih sayang yang tulus dari seorang ibu. Cinta dan kasih sayang seorang ibu memang bisa menjadi kekuatan terbesar dan alasan seorang anak untuk bertahan. Kasih sayang dan cinta dari seorang ibu seolah dapat menjadi benteng yang dapat menahan kita dari segala marabahaya. Duniapun akan terasa baik-baik saja setelah seorang ibu memberikan senyuman yang tulus.
Nah, sahabat semua cintai dan kasihi ibu kita dimanapun mereka berada. Sebab karena ibulah kita bisa hadir dan ada pada saat ini. Semoga tuhan menjaga dan menyayangi ibu kita dimanapun ia berada, semoga dikaruniakan baginya kesehatan dan kesejahteraan.
Selain itu, melihat kegigihan Tao yang tak semangatnya tak pernah padam untuk mengenyam pendidikan dan menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya semoga menjadi cerminan dan motivasi kita semua untuk selalu berjuang dan tak pernah putus asa dalam menggapai mimpi dan menjalani kehidupan ini.
Sebagai ungkapan rasa sayangnya pada sang ibu, Tao menuliskan ungkapannya pada sebuah karangan tentang ucapan terimakasihnya kepada sang ibu. Tulisnya "Terimakasih, ibu. Terimakasih karena sudah merawat dan menjagaku dengan baik, terimakasih karena telah menjagaku agar tak terkena infeksi bakteri selama enam bulan terakhir ini. Berkat cinta dan kasih sayangmu aku bisa bertahan hidup hingga saat ini; demi kasih sayangmu, aku harus bisa menjadi kuat."
Sungguh sebuah catatan hati seorang anak yang begitu mendalam terhadap kasih sayang yang tulus dari seorang ibu. Cinta dan kasih sayang seorang ibu memang bisa menjadi kekuatan terbesar dan alasan seorang anak untuk bertahan. Kasih sayang dan cinta dari seorang ibu seolah dapat menjadi benteng yang dapat menahan kita dari segala marabahaya. Duniapun akan terasa baik-baik saja setelah seorang ibu memberikan senyuman yang tulus.
Nah, sahabat semua cintai dan kasihi ibu kita dimanapun mereka berada. Sebab karena ibulah kita bisa hadir dan ada pada saat ini. Semoga tuhan menjaga dan menyayangi ibu kita dimanapun ia berada, semoga dikaruniakan baginya kesehatan dan kesejahteraan.
Selain itu, melihat kegigihan Tao yang tak semangatnya tak pernah padam untuk mengenyam pendidikan dan menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya semoga menjadi cerminan dan motivasi kita semua untuk selalu berjuang dan tak pernah putus asa dalam menggapai mimpi dan menjalani kehidupan ini.






krn nich anak
BalasHapusKeren ya aku aja masih males malesaan
BalasHapus